BEI kembali memperbarui susunan saham dalam sejumlah indeks utamanya, dan akan berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026. Sejumlah emiten berhasil masuk ke dalam indeks saham LQ45, IDX30, IDX80, hingga Kompas100. Dan sebaliknya, ada yang harus keluar setelah enggak lagi memenuhi kriteria yang ditetapkan BEI, seperti likuiditas perdagangan, kapitalisasi pasar, dan faktor pendukung … [Selengkapnya ...]
Efek Domino Buka-Tutup Selat Hormuz: Berkah atau Petaka bagi Emiten Logistik Laut Indonesia?
Sejak awal Juli 2026, Selat Hormuz bak "saklar" perdagangan energi dunia. Jalur pelayaran strategis ini sewaktu-waktu bisa dibatasi, ditutup, dibuka lagi oleh Iran. Situasi yang berubah dari hari ke hari bikin pelaku industri pelayaran, perusahaan energi, hingga investor, terutama yang pegang emiten logistik, terus deg-degan. Dampaknya ya lumayan, karena sekitar 20% pasokan … [Selengkapnya ...]
Bukan Perkantoran, Ini Sub Sektor Properti yang Sedang Panen Raya
Pandemi sudah lewat, tetapi kondisi sektor properti telanjur berubah. Ruang kantor masih berjuang untuk terisi, sementara pasar apartemen komersial belum sepenuhnya kembali agresif. Di tengah perlambatan tersebut, ada satu subsektor properti yang justru melaju kencang tanpa banyak koar-koar. Pergudangan modern atau modern warehousing. Permintaan gudang dengan standar tinggi … [Selengkapnya ...]
Pemangkasan Kuota RKAB 2026: Strategi Penyelamatan Harga atau Pukulan Telak Emiten Batubara?
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setuju target produksi batubara nasional dipangkas dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, dari sekitar 790 juta ton jadi sekitar 600 juta ton. Langkah ini diambil demi menyesuaikan pasokan dengan kondisi pasar yang masih lesu, setelah harga batubara global terus tertekan. Hal ini terjadi karena melemahnya … [Selengkapnya ...]
IHSG di Bawah 6.000 dan Tantangan MSCI 2026: Menguji Ketahanan Fundamental Saham Big Banks
Saat artikel ini ditulis, posisi IHSG berada di level 5.896. Enggak bisa nih, kalau enggak komen. Akhirnya harus pasrah juga melorot ke bawah Rp6.000. Di tengah kondisi seperti ini, kamu mungkin melihat harga saham big banks sudah turun cukup jauh dibanding beberapa bulan sebelumnya. Sekilas memang terlihat murah. Namun, apakah benar harga yang lebih rendah otomatis berarti … [Selengkapnya ...]




