• BLOG
  • Buku
  • Podcast
  • Video
  • Testimonials
  • Data

Diskartes - Blog Investasi dan Ekonomi

Blog Perencanaan Keuangan, Investasi Saham, Cryptocurrency, dan Ekonomi.

  • Ekonomi
  • Saham
  • Blockchain
  • Perencanaan Keuangan
  • Fintech
  • Bisnis
Anda di sini: Beranda / Saham / Apply Kartu Kredit Ditolak, Dukun Bertindak

Apply Kartu Kredit Ditolak, Dukun Bertindak

Maret 5, 2016 By diskartes

apply kartu kreditdiskartes.com – Assalamualaykum ustad dan ustadzah!

Beberapa kali di media sosial muncul ajakan meninggalkan kartu kredit, itu sah-sah saja. Tapi baiknya diberi sedikit penjelasan yang aktual bukan asbun, ada yang berkomentar halal haramnya, dan beberapa mengisahkan kebangkrutan yang dialami karena kartu kredit.

Sebagai muslim jelas saya setuju jika bunga bank itu haram, karena unsur riba. Namun Anda harus paham pula, bahwa jika pembayaran kartu kredit tidak pernah telat maka Bank tidak akan mengenakan bunga. Dan Alhamdulillah selama ini pembayaran saya selalu okay. Saya juga setuju jika kartu kredit bisa merugikan apabila digunakan dengan sembrono, tergantung si pemilik. Ingat, pisau bisa berguna ketika digunakan untuk memasak dan berbahaya jika digunakan untuk membunuh, seirama dengan kartu kredit.

Nah topik kali ini akan mensiasati cara apply kartu kredit agar diterima. Dukun pada judul bukan bermakna harfiah ya, tapi memiliki arti jika apply kartu kredit ditolak, maka Anda harus memutar otak agar di approve lain waktu, cerdik seperti dukun. Saya termasuk penggemar kartu kredit, ada beberapa produk dari berbagai bank di dompet saya. Dan tahukah Anda, kartu kredit jika digunakan secara benar akan sangat membantu.

1. Hindari mendatangi Bank

Dalam dunia perdagangan, siapa yang lebih membutuhkan, maka dia akan membayar lebih mahal. Contohnya adalah ketika sedang sangat membutuhkan rumah dan telah menemukan tempat yang sesuai, maka dalam batas maksimal tertentu Anda akan mengusahakan uang untuk menebusnya. Bahkan terkadang developer jadi seenaknya menaikkan harga, karena yakin Anda akan tetap membelinya. Ketika tidak butuh, jangankan mau beli, melirik brosurnya saja malas.

Demikian pula dengan kartu kredit, segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan pribadi, harus dianggap lahan negosiasi. Seyogianya jangan datang ke bank untuk membuat kartu kredit, rasanya malas membayangkan pihak bank merasa menang melihat Anda terkesan “butuh kartu kredit” hingga datang ke tempatnya. Selain itu, proses pengajuannya relatif lebih lama baik disetujui atau tidak.

Baca Juga  Ciri Saham Murahan dan Trik Menghindarinya

Lalu dimana apply kartu kredit? Banyak! Ketika Anda menghadiri pameran, bazar, mall atau acara sejenisnya, pasti sering dijumpai booth dari berbagai bank yang menjajakan kartu kreditnya. Disini adalah tempat yang tepat, karena ini adalah wilayah Anda dan yang “butuh” adalah pihak Bank. Persyaratan standar tetap sama, tetapi pelayanannya akan lebih nyaman dan cepat. Baca juga: Tiga Asas Mendasar Sebelum Memilih Produk Asuransi.

cc 1 copy

2. Peran orang terdekat

Anda akan selalu ditanya mengenai nomor rumah atau kontak dari keluarga Anda ketika apply kartu kredit. Ini digunakan sebagai verifikasi Bank terhadap keberadaan Anda, dan dilakukan hanya melalui telepon. Untuk memuluskan proses verifikasi, layaknya Anda berkomunikasi terlebih dahulu dengan keluarga agar mereka tidak kaget.

Perlu disadari bahwa ketika Anda gagal bayar, maka:

– Anda akan dikenakan bunga, dan ini jelas RIBA
– BI checking Anda jelek, susah untuk mengajukan KPR atau pinjaman lain
– Anda akan dikejar-kejar oleh debt collector
– Keluarga, saudara, bahkan teman-teman terdekat Anda akan terganggu dengan telepon dari Bank atau debt collector

Konsekuensi gagal bayar tersebut perlu dipahami sebelum melibatkan orang lain. Jangan sampai karena keteledoran Anda mengatur keuangan, bisa mengganggu hubungan dengan orang-orang terdekat.

apply kartu kredit

3. Biaya dan diskon

Biaya dari kartu kredit adalah biaya tahunan atau biaya membership. Ketika Anda apply di tempat yang saya rekomendasikan di poin 1, biasanya biaya nya gratis selama jangka waktu tertentu. Perhatikan pula fasilitas yang diberikan, apakah menyediakan member di lounge bandara, gratis produk tertentu, atau diskon ketika berbelanja. Pertama kali saya membuat kartu kredit karena mengincar fasilitas lounge bandara. Memang kelihatannya sepele, tapi jika dinilai dengan uang nilainya lumayan, totel potensi keuntungannya bisa menutupi biaya master saya pada waktu itu loh.

Baca Juga  Mengenal Kredit Tanpa Agunan dan Memahami Cara Kerjanya

Oleh karena itu, ketika ditawari apply kartu kredit selalu tanyakan 3 hal ini:

– Berapa lama gratis biaya tahunan?
– Limit maksimal kartu kredit yang ditawarkan berapa?
– Fasilitas yang diperoleh apa saja?

Fasilitas kartu kredit tergantung jenis kartu dan pendapatan Anda, sehingga sering terjadi mark-up gaji dengan cara bodong untuk mendapat jenis kartu yang lebih tinggi dari seharusnya. Ada cara lain yang lebih elegan guys, yaitu tambahkan segala pemasukan selain gaji resmi, seperti honor dan pemasukan lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kantoran Anda.

4. Sertakan identitas profesional

Terkadang agen kartu kredit akan meminta tanda karyawan atau ID kantor dari calon nasabah kartu kredit. Tanda bukti ini akan membantu, terutama jika Anda berada di perusahaan besar atau pemerintahan. Namun demikian, apabila agen tersebut tidak meminta ID, ingatkan dan minta agen kartu kredit untuk melampirkan fotokopi ID kantor demi meningkatkan nilai Anda di mata Bank!

Ah, lelah juga menulis tentang kartu kredit, salah satu milestone yang mengawali karir saya di dunia usaha. Semoga Anda bisa sukses dan menjadi nasabah yang berbudi luhur.

Wassalamualaykum ustad dan ustadzah!

apply kartu kredit

Ditempatkan di bawah: Saham Ditag dengan:kartu kredit

Related Posts

  • Mengapa Saham INDY dan BUMI Naik?
  • Brilian! Database Value Kunci Profit Investor Rasional
  • Shopping Therapy: Obat untuk Para Shopaholic yang Punya Kebiasaan Belanja Gila-Gilaan
  • Investasi yang Menguntungkan di Tahun 2023, Resesi atau Tidak
  • Ini Dia 5 Kriteria Investor Cerdas: Apakah Kamu Sudah Termasuk?

Komentar

  1. Pakde Cholik mengatakan

    Maret 6, 2016 pada 5:23 PM

    Saya juga pernah ditolak tetapi ada juga yang main kirim kartu kredit saja.
    Terima kasih tipnya.

    • diskartes mengatakan

      Maret 12, 2016 pada 7:52 AM

      Terima kasih kembali pakde cholik..semoga bermanfaat

  2. Chocky Sihombing mengatakan

    Maret 20, 2016 pada 8:07 PM

    sejauh ini saya tidak pernah bermasalah dengan Kartu Kredit, dan saya malah suka banget make kartu kredit. lumayan demi point-point nya, hahaha… bisa jadi tiket gratis apa demi modal nongkrong-nongkrong congkak di airport lounge. 😀

    • diskartes mengatakan

      Maret 25, 2016 pada 10:30 AM

      Yoi Bang..
      Yang selalu saya tanyakan ketika bikin kartu kredit itu “Bisa diterima di lounge bandara ga?”
      Hehehe

  3. Febriyan Lukito mengatakan

    Maret 29, 2016 pada 12:18 AM

    Kok jadi lebih penasaran dengan kalimat akhirnya ya. milestone usaha…. hmmm kira2 apa ya

    • diskartes mengatakan

      Maret 29, 2016 pada 6:22 AM

      hehe…dulu pertama kali saya berbisnis, saya menggunakan kartu kredit mas..
      Semacam bridging buat orang yang mau beli barang dari luar negeri, saya tarik fee nya..

  4. Dani mengatakan

    Mei 17, 2016 pada 4:44 AM

    Emang sih, kalo dateng ke cabang bank n apply di sana malah jauh lebih lama dan lebih ribet. 😀 Anehnya bank emang. 😀

    • diskartes mengatakan

      Mei 17, 2016 pada 6:38 AM

      Tuh kan, bener kaan.. Secara psikologis karena yang dateng yang butuh yak mas Dan

  5. Joni Boosk mengatakan

    April 24, 2017 pada 9:08 AM

    Saya juga pernah ditolak tetapi ada juga yang main kirim kartu kredit saja.
    Terima kasih tipnya.

    • diskartes mengatakan

      April 24, 2017 pada 10:44 AM

      terima kasih kembali Pak.. 🙂

  6. Abdu mengatakan

    Agustus 9, 2017 pada 4:22 PM

    Kalo aku gak punya kartu kredit. Cukup kartu debit aja. Lagian juga seafood langganan saya gak bisa beli pake kartu kredit kok

    • diskartes mengatakan

      Agustus 9, 2017 pada 7:11 PM

      Haha, seafod dimana om?

  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

Podcast Diskartes

Buku Investasi (Katanya…)

buku saham terbaik

Copyright © 2025 diskartes